Cara Anti-Pusing Mengisi Lampiran DER (11 B) di SPT Tahunan Badan Coretax
PAJAKBREAKING NEWS


Saat proses lapor SPT Badan Coretax, salah satu hal yang sering membuat wajib pajak kebingungan adalah pengisian Lampiran 11B. Jangan khawatir, artikel ini akan membedah tuntas cara isi Lampiran 11B Coretax langkah demi langkah dengan bahasa yang simpel dan anti-ribet.
Apa Sebenarnya Lampiran 11B Itu?
Secara sederhana, pada sistem pajak yang baru, Lampiran 11B adalah formulir bawaan (otomatis) yang wajib diisi oleh perusahaan. Fungsinya adalah untuk menghitung biaya pinjaman SPT Badan yang boleh dijadikan pengurang pajak.
Perhitungan ini menggunakan dua indikator utama:
Debt to Equity Ratio (DER) alias perbandingan antara jumlah utang dan modal perusahaan.
Persentase biaya pinjaman terhadap EBITDA perusahaan.
Siapa Saja yang Bebas dari Aturan DER?
Kabar baiknya, tidak semua bisnis diwajibkan tunduk pada rasio batas DER 4:1. Berdasarkan aturan DER pajak terbaru (PMK 169/2015), ada beberapa jenis usaha yang mendapatkan pengecualian, yaitu:
Wajib pajak di sektor perbankan.
Wajib pajak lembaga pembiayaan (seperti leasing).
Wajib pajak asuransi dan reasuransi.
Wajib pajak infrastruktur.
Wajib pajak di bidang pertambangan (migas dan umum) yang sudah memiliki aturan batas utang dan modal tersendiri di dalam kontrak kerjanya.
Selain daftar di atas, UMKM atau perusahaan jasa konstruksi yang seluruh pajaknya menggunakan tarif PPh Final juga bebas dari aturan ini. Mengapa? Karena mereka tidak boleh membebankan biaya pinjaman sama sekali (harus dikoreksi positif 100%), sehingga menghitung angka DER menjadi tidak ada fungsinya. Pengecualian ini juga berlaku otomatis untuk perusahaan yang kondisi keuangannya sedang minus atau saldo ekuitasnya nol.
Langkah Praktis Pengisian di Coretax
Bagi Anda yang tidak termasuk dalam daftar pengecualian di atas, mari ikuti panduan cara isi Lampiran 11B Coretax berikut ini:
Input Saldo Utang Bulanan: Buka Lampiran 11B Bagian II.A. Klik tombol "Tambah", lalu masukkan rincian saldo utang perusahaan Anda setiap bulannya. Jangan repot menghitung manual, karena sistem Coretax akan otomatis mencari nilai rata-ratanya. Lakukan proses ini untuk setiap pihak yang memberi pinjaman (kreditur).
Input Saldo Modal: Selanjutnya, geser ke Bagian II.B dan masukkan total saldo modal yang dimiliki perusahaan.
Biar Sistem yang Menghitung: Di Bagian C, Anda bisa bersantai sejenak karena sistem Coretax akan langsung menghitung rasio DER secara otomatis berdasarkan data utang dan modal yang sudah Anda input di langkah sebelumnya.
Menghitung Biaya Pinjaman yang Boleh Dikurangkan
Langkah pamungkasnya adalah menentukan berapa banyak biaya pinjaman SPT Badan yang diakui oleh kantor pajak. Bagian ini masih harus Anda hitung secara manual untuk masing-masing kreditur dengan berpatokan pada rasio DER yang didapat.
Satu hal yang wajib diingat: apabila hasil hitungan DER perusahaan Anda ternyata lebih dari 4:1, maka bersiaplah, karena akan ada sebagian biaya pinjaman yang ditolak oleh pajak dan tidak bisa dibebankan sebagai pengurang.
Menyusun pembukuan dan perpajakan kini membutuhkan ketelitian ekstra. Pastikan rekonsiliasi data keuangan Anda sudah matang sebelum menekan tombol submit di Coretax!
