Skrining Kesehatan, Perlukah?

Skrining Kesehatan, Perlukah?

Skrining adalah serangkaian tes medis yang dilakukan dokter untuk mengetahui adanya penyakit atau kondisi kesehatan tertentu sebelum munculnya gejala. Skrining membantu kita dalam menemukan penyakit sejak awal, agar lebih mudah disembuhkan.

Mendapatkan rekomendasi tes skrining adalah salah satu hal paling penting yang bisa kita lakukan untuk kesehatan kita. Berdasarkan umur, jenis kelamin, dan riwayat kesehatan, kita mungkin membutuhkan skrining untuk beberapa hal berikut ini :

  • Beberapa jenis kanker
  • Tekanan darah tinggi dan kolesterol
  • Diabetes
  • Osteoporosis
  • Penyakit Menular Seksual
  • Kondisi kesehatan mental

Setelah mengetahui apa itu skrining, selanjutnya, kita perlu membicarakan kepada dokter atau perawat mengenai skrining apa yang cocok untuk kita. US Department of Health and Human Services menyediakan MyHealthfinder yang jika diisi dengan umur, jenis kelamin dan beberapa pertanyaan singkat, ia akan menampilkan tes apa saja yang cocok untuk kita. Hasil rekomendasi tes ini bisa kita catat dan beritahukan saat melakukan kunjungan ke dokter.

Di Indonesia sendiri, BPJS telah memiliki fitur mobile screening pada aplikasi BPJS Kesehatan Mobile yang diluncurkan pada tahun 2017. Kita dapat mengisi pertanyaan yang diajukan dan kemudian hasilnya akan menunjukkan apakah kita memiliki potensi risiko rendah atau sedang dan tinggi. Bagi yang berisiko sedang dan tinggi, akan diminta untuk mendatangi faskes pertama untuk melakukan tindak lanjut atas hasil skrining.

Saat dokter memberi rekomendasi skrining, jangan lupa untuk selalu menanyakan apa risiko dan manfaatnya. Beberapa ahli juga ada yang mengatakan bahwa skrining bisa saja menimbulkan bahaya yang lebih besar dari manfaatnya. Seperti yang dikatakan Dr. Barnett S Kramer, seorah  ahli pencegahan kanker di National Institute of Health, tidak bisa dikatakan bahwa semua orang mesti melakukan skrining tes sederhana., karena pasien harus tahu risiko dan manfaat saat mereka memutuskan melakukan skrining.

Terkadang hasil tes skrining juga bisa salah. Ada kemungkinan false negatif (tidak terdeteksi apa-apa, padahal ada penyakit)/false positif (terdeteksi ada penyakit, padahal tidak ada). Hasil tes yang salah, akan membuat kita untuk melakukan lebih banyak tes lagi. Dokter akan membantu memutuskan jika manfaat dari tes-tes tersebut lebih besar dari risikonya. Pastikan pula kita mendapatkan hasil dari setiap skrining yang dijalani, bila tidak mengerti, tanyakan kepada dokter.

Namun demikian, skrining tidak bisa menjadi jaminan bahwa hidup seseorang akan lebih lama atau lebih baik bila ternyata ditemukan penyakit. Tetapi, beberapa jenis kanker misalnya, tidak menunjukkan gejala hingga berada di tahapan yang mengancam nyawa. Namun, saat ditemukan pada proses skrining, kemungkinan besar bisa diobati. Seperti yang kita tahu, pengobatan kanker menimbulkan efek samping berat dan bertahan dalam waktu lama. Kita tidak tahu, apakah pengobatan bisa membantu memperpanjang hidup atau tidak.

Tes skrining yang efektif, bisa menurunkan potensi risiko seseorang meninggal karena kondisi kanker tersebut. Tetapi sebagian besar untuk kasus penyakit lain belum terbukti apakah akan memperpanjang harapan hidup, demikian paparan dari Dr. Barnett.

Bagaimana dengan biaya skrining, pasti harus mengeluarkan uang yang banyak ya. Nah, kembali lagi ke BPJS, jika memang kita memiliki potensi risiko sedang/berat saat skrining, tentu biaya tesnya bisa menggunakan BPJS. Kalau mau menggunakan asuransi lain pun tidak masalah, pastikan dulu ke perusahaan asuransinya, bahwa skrining yang akan dijalani benar-benar ditanggung.

Sumber:

  1. Office of Disesase Prevention and Health Promotion. Get Screened. 2021.
  2. U.S Department of Health and Human Services. My Healthfinder. 2021.
  3. BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan Luncurkan Fitur Mobile Screening pada Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile. 2017.
  4. News In Health. To Screen or not To Screen? The Benefits and Harm of the Screening Test. 2017.

Leave a Reply

Close Menu