Pertolongan Pertama pada Ruam
Sumber gambar: Pikiran Rakyat

Pertolongan Pertama pada Ruam

Kita menganggap kulit sebagai penghalang, yang menjaga bagian dalam tubuh dan membuat segala hal yang ada di luar tubuh tetap diluar. Kulit juga dipenuhi sel khusus dari sistem kekebalan. Sel-sel inilah yang melindungi kulit dan tubuh dari virus, bakteri, dan ancaman lainnya. Kapanpun sel ini mendeteksi zat asing yang mencurigakan, mereka akan memulai rekasi berantai di kulit, yang menyebabkan peradangan. Istilah medis untuk reaksi tersebut adalah dermatitis, atau juga dikenal dengan ruam.

Terdapat banyak jenis dermatitis yang berbeda, masing-masing tentu memiliki rangkaian perawatan yang berbeda pula. Terkadang sel kekebalan kulit bereaksi terhadap sesuatu secara langsung yang menyentuh kulit. Pada lain waktu, sistem kekebalan juga bekerja di kulit karena infeksi atau penyakit yang ada di seluruh bagian tubuh.

Gejala dari berbagai jenis ruam seringkali tumpang tindih, dan gatal adalah gejala umum dari semua masalah tersebut. Banyak ruam yang berwarna merah, nyeri dan iritasi. Beberapa ada yang menyebabkan lepuh dan bercak kulit. Meski sebagian besar sembuh cukup cepat, namun ada ruam yang bertahan lama dan membutuhkan perawatan jangka panjang.

Pada kondisi ruam kering, seperti pada eksim atau dermatitis atopik, penghalang kedap air diantara sel-sel kulit menjadi lemah, yang memungkinkan kelembapan pergi dan beberapa hal lain dapat masuk. Itulah sebabnya, pasien dermatitis atopik harus melembabkan kulitnya dan mereka juga lebih rentan terhadap infeksi kulit.

Direktur National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases, Dr. Katz menyebutkan bahwa, kulit adalah penjaga terluar untuk melawan bakteri dan agen berbahaya. bila penghalang itu rusak, seseorang bisa menjadi lebih alergi terhadap berbagai hal.

Ruam muncul saat kulit bersentuhan dengan alergen, yaitu zat yang biasanya tidak berbahaya dan menyerang sistem kekebalan. Alergen akan memicu reaksi alergi. Alergen bisa berasal dari sabun, krim, atau bahkan hewan peliharaan tertentu. Sistem kekebalan tubuh mungkin tidak bereaksi saat pertama kali menemukan alergen. Namun seiring waktu, bisa menjadi sangat sensitif terhadap zat tersebut. Akibatnya, kontak berikutnya dapat menyebabkan peradangan dan ruam alergi.

Pertolongan Pertama

Ruam bisa disebabkan oleh virus, bakteri, obat-obatan, panas, alergi dan banyak hal lainnya. Kebanyakan hanya merupakan gangguan kecil, namun beberapa ruam bisa menjadi serius dan membutuhkan perawatan medis.

Beberapa tanda dan gejala ruam biasanya berupa kemerahan, bintik di kulit, bersisik, gatal, bengkak, terdapat benjolan, lecet dan adanya jerawat.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meredakan ketidaknyamanan tersebut, diantaranya :

  • Menambahkan beberapa cangkir oatmeal ke dalam bak mandi.
  • Setelah mandi keringkan kulit dengan cara ditepuk, bukan digosok.
  • Jangan menggosok atau menggaruk kulit yang ruam. Biarkan ruam terekspos udara sebanyak mungkin.

Jangan ragu untuk segera menemui dokter bila ruam disertai dengan demam, ada titik merah kecil yang tidak terasa saat disentuh dan tidak pudar saat ditekan, terdapat memar yang tidak ada kaitannya dengan cedera, dan tidak ada perbaikan setelah seminggu.

Pencegahan

Ruam sulit untuk dihindari, namun beberapa jenisnya dapat dicegah dengan cara :

  • Hindari orang yang memiliki ruam kulit menular.
  • Jika ruam karena alergi, maka hindari zat yang menyebabkan alergi.
  • Gunakan tabir surya untuk menghindari sengatan matahari.
  • Jika eksim kambuh, hindarilah penggunaan sabun yang berbahan ‘keras’

Kulit adalah perlindungan bagi diri kita. Ia bukan sekedar penutup pada tubuh yang menjagat organ tetap didalamnya. Kulit juga merupakan garis pertahanan pertama terhadap kuman dan bahan kimia. Rawatlah kulitmu, agar ia bisa melindungimu.

Refernsi :

  1. National Institutes of Health. Red, Itchy Rash? 2012.
  2. Nemours Foundation. First Aid: Rashes. 2018.

Leave a Reply

Close Menu